News  

Proyek Revitalisasi SMPN Satap 4 Cibalong Diduga Tak Sesuai Spek

Vilarnews-Garut- Proyek rehabilitasi dan revitalisasi SMPN Satu Atap 4 Cibalong yang berlokasi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dengan nilai anggaran sebesar Rp635.216.000, menjadi sorotan setelah muncul dugaan penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Selain itu, pelaksanaan pekerjaan juga diduga telah dialihkan kepada pihak lain.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah pihak mempertanyakan kualitas material yang digunakan dalam proyek tersebut. Dugaan itu mencakup penggunaan rangka atap baja ringan yang disebut tidak sesuai spesifikasi, serta penggunaan pasir yang diduga berasal dari daerah Cidadap, Kabupaten Tasikmalaya.

Saat dikonfirmasi, Asep, yang merupakan guru sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, membenarkan bahwa pekerjaan proyek telah dialihkan kepada pihak lain.

“Memang pekerjaan ini sudah diborongkan,” ujarnya.

Keterangan serupa juga disampaikan oleh guru lainnya, Agus. Menurutnya, seluruh pelaksanaan pekerjaan telah diserahkan kepada pihak lain yang disebut berasal dari Bendey Parumasan.

“Ya, pekerjaan memang diborongkan semuanya,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala SMPN Satap 4 Cibalong, Al Amin Sulaeman, belum berhasil dimintai tanggapan. Saat wartawan mendatangi sekolah, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp juga belum membuahkan hasil karena nomor yang dihubungi tidak aktif.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pelaksana proyek terkait dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi tersebut.

Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, bersama instansi pengawas terkait, segera melakukan pemeriksaan terhadap proyek rehabilitasi tersebut. Pemeriksaan diharapkan dapat memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta penggunaan anggaran negara, sehingga kualitas bangunan tetap terjamin dan tidak menimbulkan potensi kerugian bagi negara maupun dunia pendidikan.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *